Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan insentif untuk sektor otomotif saat ini sedang dalam proses evaluasi. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah menginvestasikan sejumlah besar dana untuk mendukung perkembangan kendaraan roda empat di Indonesia.
Airlangga menyebutkan bahwa sejak tahun 2024 hingga 2025, total insentif otomotif yang diberikan telah mencapai Rp 7 triliun. Kinerja investasi di industri otomotif, khususnya kendaraan listrik, menunjukkan perkembangan yang sangat positif, yang menjadi pertanda baik bagi masa depan sektor ini.
“Kebijakan insentif di sektor otomotif perlu direview. Selama dua tahun terakhir, total insentif yang diberikan sebesar Rp 7 triliun, dan investasi pada kendaraan listrik telah meningkat,” ujar Airlangga dalam acara IBC Business Outlook 2026.
Perkembangan Insentif Otomotif di Indonesia
Pemerintah Indonesia telah memberikan berbagai insentif untuk memacu pertumbuhan industri otomotif. Dalam waktu relatif singkat, insentif ini berhasil menarik perhatian beberapa produsen besar di pasar global.
Dukungan insentif yang konsisten dalam dua tahun terakhir telah membantu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi otomotif. Namun, hal ini juga memicu kebutuhan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan yang ada agar tetap relevan.
Pemerintah tidak hanya ingin melanjutkan insentif yang ada, tetapi juga ingin memastikan kebijakan baru yang mendukung pengembangan mobil nasional. Hal ini penting untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing yang lebih baik di pasar otomotif global.
Pentingnya Kendaraan Listrik dalam Kebijakan Insentif
Kendaraan listrik menjadi fokus utama dalam kebijakan insentif yang diberlakukan oleh pemerintah. Dengan semakin banyaknya permintaan untuk kendaraan ramah lingkungan, investasi di sektor ini pun semakin meningkat.
Masuknya sejumlah produsen kendaraan listrik global, seperti VinFast dan BYD, menunjukkan bahwa ada peluang besar di sektor ini. Hal ini menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi kebijakan insentif yang ada agar sejalan dengan perkembangan teknologi dan tren pasar.
Pemerintah berkomitmen untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik sebagai salah satu langkah strategis menuju keberlanjutan dan efisiensi energi. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Mendorong Investasi untuk Pengembangan Mobil Nasional
Pemerintah memprioritaskan pengembangan industri otomotif nasional di tengah semakin ketatnya persaingan global. Dalam upaya ini, insentif yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi harus memiliki tujuan jangka panjang.
Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa setiap kebijakan mendukung upaya penguatan industri otomotif dalam negeri. Dengan demikian, produk lokal dapat berkembang dan bersaing secara adil di pasar internasional.
Melalui kebijakan yang proaktif, diharapkan industri otomotif nasional dapat bertumbuh secara berkelanjutan. Tentu saja, hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
