Kenaikan harga RAM di pasar global kini menjadi isu penting yang akan mempengaruhi banyak sektor, terutama teknologi dan perangkat seluler. Lonjakan ini, yang didorong oleh kebutuhan kecerdasan buatan, memicu perubahan yang dramatis dalam harga dan spesifikasi perangkat.
Konsumen yang telah merencanakan untuk membeli perangkat baru, terutama ponsel pintar, harus bersiap untuk menghadapi peningkatan harga dan berkurangnya pilihan RAM. Tentu saja, kondisi ini tidak terlepas dari dinamika suplai dan permintaan yang terjadi dalam industri teknologi saat ini.
Selama setahun terakhir, harga RAM telah meroket hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. Meskipun banyak pengguna ponsel tidak membeli RAM secara terpisah seperti pada PC, namun perubahan pasokan global memengaruhi desain dan biaya smartphone masa depan.
Pemicu Utama Kenaikan Harga RAM Global
Peningkatan harga RAM ini tidak terlepas dari meningkatnya permintaan memori untuk aplikasi kecerdasan buatan. Penyedia layanan cloud besar seperti Amazon dan Oracle telah melakukan pembelian besar-besaran terhadap DDR5 untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang semakin tinggi.
Seiring berkembangnya teknologi AI, server modern kini membutuhkan kapasitas RAM yang sangat besar, dengan beberapa di antaranya mencapai terabyte. Ini sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang hanya membutuhkan 128GB atau 256GB RAM DDR4.
Sekarang, persaingan untuk mendapatkan pasokan RAM menjadi semakin ketat antara konsumen PC dan perusahaan besar di industri teknologi. Hal ini menambah tantangan bagi produsen perangkat lain dalam memenuhi permintaan yang tinggi tersebut.
Fenomena ini juga mencakup perubahan dalam produksi RAM itu sendiri. Banyak produsen kini lebih memilih untuk memproduksi memori dengan margin keuntungan yang lebih tinggi, seperti High Bandwidth Memory (HBM), yang mengarah pada pengurangan pasokan RAM konvensional.
Sejak tahun 2023, tiga perusahaan dominan dalam industri RAM yakni Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology telah mengalihkan fokus produksi mereka ke HBM, sehingga menciptakan kekurangan dalam kategori RAM yang biasa digunakan untuk perangkat konsumen.
Dampak Langsung Terhadap Pasar Smartphone
Pengaruh dari kenaikan harga RAM sangat jelas terlihat dalam pasar smartphone, khususnya model-model baru yang dirilis. Para produsen harus mempertimbangkan kenaikan biaya ini saat menentukan harga jual perangkat mereka.
Inovasi dalam desain perangkat juga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan RAM dan permintaan akan teknologi yang lebih efisien. Smartphone generasi mendatang mungkin akan memiliki spesifikasi yang berbeda daripada yang diharapkan konsumen.
Strategi produsen ponsel pun kini harus disesuaikan untuk menangani perubahan ini. Beberapa mungkin harus memilih komponen yang lebih murah untuk menjaga harga tetap kompetitif, namun dengan mengorbankan kinerja.
Konsumen diharapkan untuk menghadapi beberapa pilihan yang lebih sedikit serta peningkatan harga di beberapa produk terpilih. Prioritas pada efisiensi biaya akan menjadi hal yang penting dalam pilihan yang mereka buat.
Disamping itu, para pengguna juga harus memperhatikan spesifikasi perangkat dengan lebih cermat, karena perubahan ini bisa menyebabkan penurunan kualitas dari produk yang ada di pasaran.
Faktor Eksternal yang Mengaruhi Pasokan RAM dan AI
Proyek infrastruktur besar dalam dunia AI juga turut berperan dalam meningkatkan tekanan pada pasokan RAM. Pada Oktober 2025, misalnya, sebuah kesepakatan penting ditandatangani antara OpenAI dan dua raksasa teknologi, yaitu Samsung dan SK Hynix, untuk proyek bernama “Stargate”.
Kebutuhan memorinya diperkirakan akan mencapai 900 ribu wafer DRAM per bulan. Tentu saja, ini meningkatakan permintaan terhadap RAM secara eksponensial.
Dengan besarnya kebutuhan proyek-proyek AI tersebut, dapat diprediksi bahwa kekurangan pasokan RAM akan terus berlanjut dalam jangka waktu dekat. Hal ini memberi sinyal bahwa konsumen harus lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi di pasar.
Lebih dari sekadar peningkatan harga, situasi ini menciptakan sebuah gelombang perubahan dalam lanskap teknologi yang lebih luas. Berbagai produsen harus memikirkan kembali strategi mereka untuk memastikan mereka tetap kompetitif.
Akibatnya, kolaborasi antara industri memori dan teknologi harus diperkuat, guna menciptakan solusi yang bisa memenuhi permintaan di masa mendatang secara berkelanjutan.
